Tuesday , 25 September 2018
Home / Opini / Anti Cina, Rasisme Pilkada Dan Pilpres

Anti Cina, Rasisme Pilkada Dan Pilpres

Penerokan – Menguatnya Peran RRC/RRT secara global sangat berpengaruh terhadap perekonomian dan perimbangan dunia, yang sebelumnnya lebih didominasi oleh amerika serikat sebagai pemain tunggal. Sehinngga keberadaan RRC mulai mengancam kepentingan amerika. Peran RRC yang dianggap berlebihan disebuah negara juga dianggap mengancam terutama oleh kubu oposisi di negara tersebut. China mulai tumbuh sebagai negara besar dan berhasil mempengaruhi banyak negara dalam konsep satu china sehingga mulai meminggirkan taiwan yang dianggap china daratan sebagai provinsi yang membelot.

Diindonesia sendiri meski etnis tionghoa termasuk dalam golongan minoritas, mereka mampu menguasai perekonomian sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dan ketidakpuasaan. Tentu hal ini bisa saja menimbulkan konflik horizontal jika tidak diredam dengan sikap untuk saling mengerti. isu pribumi dan non pribumi pun mulai dihembuskan oleh pihak pihak tertentu. apalagi setelah ahok berhasil duduk di DKI 1, isu ini semakin liar dan semakin tidak terkendali.

Situasi semakin liar dan mulai tidak sehat, kebencian terhadap ahok mulai diarahkan kekelompok etnis dan pendukungnya dengan sebutan aseng dan antek aseng

Kondisi tersebut semakin rumit ketika ahok mulai salah ucap dengan kasus almaidah 51, demo berjilid jilid pun dimulai untuk memenjarakan ahok. Ahok pun dibui 2 tahun penjara dan kalah dalam pilkada dki.

Isu asing aseng menurut saya hanyalah konsumsi politik belaka yang didomplengi kepentingan politik kelompok tertentu. jika kita menarik benang merah ke 97-98, issu ini memiliki kemiripan. apakah pelakunya kelompok yang sama atau kelompok lainnya yang ingin menjatuhkan citra kelompok yang terkait 97/98 tersebut? Kita sebagai warga negara harus waras untuk mencerna permasalahan ini. Jatuh menjatuhkan dalam politik adalah hal yang lumrah, tapi menggoreng isu rasisme ataupun sara untuk menjatuhkan lawan bukanlah pilihan yang baik.

anda yakin sudah memilih kelompok atau pemimpin yang tepat?

Saya pribadi bukanlah tipe orang yang mudah digoreng isu sara dan saya berharap anda pun demikian. marilah kita gunakan kewarasan kita untuk menelaah kepentingan sesat para badut politik ini. dengan kewarasan, kita mampu menetukan calon pemimpin terbaik yang akan kita pilih atau segera kita pilih karena kita berbeda beda tetapi tetap satu. dalam pilkada ataupun pilpres mungkin kita bisa saja berada dipihak yang saling bersebrangan tapi bukan berarti kita harus memutus persaudaraan ataupun pertemanan dan siapapun yang terpilih itu pemimpin kita.

Bersikap kritis yang membangun berdasarkan data yang akurat harus tetap dilakukan dan mari untuk tidak mudah percaya terhadap hoak yang disebarkan melalui sosmed.

About Abi-J

Abi-J
Abi-J adalah Founder Dan Ceo Penerokan.Com. Penulis Sederhana, Kreatif dan nubi Permanen Yang Mencoba Belajar dan Berbagi

Check Also

KAUM ‘PENYEMBAH TOA’

Penerokan – Saya sering membaca celoteh mereka yang senang mengkampanyekan simbol-simbol Islam di Indonesia. “Kalau …